happy valentine
kita pernah begitu memuja mimpi
dan malam-malam tempatnya sembunyi
seperti matamu, di sana mukim misteri
sedangkan jantungku bocor dan kian nyeri
dingin kota malam itu begitu ragu
sungguh ada sesuatu di sudut benakku
tetapi setiap kali lidahku kelu
rindu selalu kembali setiap waktu
tetapi kehidupan ini tak ramah
dan aku hanya lelaki berjantung lemah
menyerah setiap kali kepalamu rebah
di dada. tempat segala resah membuncah
gelisahku yang lama kupelihara
seperti kemarau padang sahara
mungkin abadi, seperti gelora
menjalar di tungku dada membara
dan akhirnya kau selalu paham
tangisanku mencari tempat semayam
di pahamu lagi, kulabuhkan redam
lalu sejenak cinta meresam
dalam bayang dalam suaramu
dalam igau dalam mimpimu
dalam dekap dalam debarmu
dalam desah suara kecilmu
sedangkan kita pernah
memuja malam-malam merah
oleh cinta yang tumpah
oleh dering gairah





Recent Comments